Sekilas Klub :

S.S. Lazio (Società Sportiva Lazio SpA) adalah sebuah tim sepak bola Italia yang berbasis di kota Roma, didirikan pada 9 Januari 1900. Awalnya didirikan sebagai klub atletik, seksi sepak bola dibentuk pada tahun 1902. Musim 1999-2000 merupakan masa emas bagi klub ini sepanjang kiprah mereka di kompetisi sepak bola profesional Italia dan Eropa dengan merebut berbagai gelar bergengsi.

Tentang Penulis :

Coretan-coretan kecil dari seorang penggemar berat yang tak tahu bagaimana menuangkan isi hatinya tentang klub kesayangannya sejak masa kecil.

Zarate: Kami Bisa Raih Scudetto

ROMA - Keberhasilan memuncaki klasemen sementara Serie A ternyata menumbuhkan optimisme mendalam kepada setiap pemainnya. Bomber anyar Lazio Mauro Zarate pun mengaku optimis bahwa timnya mampu merengkuh Scudetto musim ini.

Ya, kemenangan 3-1 yang dipetik Lazio atas Torino dalam lanjutan Serie A Minggu lalu memang tak dipungkiri mengembalikan tahkta Serie A ke skuad Biru Langit. Lazio memimpin klasemen dengan koleksi 12 poin, hasil empat kali menang dan satu kekalahan.

Duet bomber anyar Mauro Zarate dan Goran Pandev memang sukses menjadi pusat perhatian di awal musim ini. Jika di total duet keduanya sudah mengoleksi 10 gol.

Menanggapi keberhasilan menempati posisi puncak klasemen, Zarate mengaku tak terkejut. Pasalnya, bomber asal Argentina itu memang optimis timnya mampu bersaing dengan tim-tim elit Italia lainnya.

"Saya tak terkejut dengan keberhasilan kami menempati posisi pertama klasemen," papar Zarate sebagaimana dikutip Corriere dello Sport, Senin (29/9/2008).

"Kami hampir selalu tampil bagus di setiap laga. Jadi , logis rasanya jika kami juga selalu menuai hasil maksimal dan memimpin klasemen sementara," tambah mantan bomber Birmingham City itu.

"Sejak di laga Pramusim, saya sudah bisa memprediksi jika kami bakal mampu bertarung dengan klub-klub besar guna memperebutkan Scudetto," tutup bomber 21 tahun itu.

Rossi Senang Lazio Kembali ke Puncak

ROMA - Pelatih Lazio Delio Rossi mengaku bangga dengan penampilan anak asuhnya saat menaklukkan Torino 3-1 dan merebut kembali posisi pertama di klasemen Serie A. Rossi menilai, timnya telah menunjukkan ambisi untuk memenangkan Scudetto.

Dalam laga yang berlangsung di Stadion Olimpico Turin itu, Lazio sukses menjungkalkan tuan rumah Torino lewat gol Goran Pandev (30') serta dua gol dari bomber anyar Mauro Zarate di menit ke-63 dan 83. sementara satu gol balasan Il Torro diciptakan oleh Nicola Amoroso di masa injury time.

Dengan kemenangan ini, praktis Lazio kembali berhak memimpin klasemen Serie dengan poin 12. Dalam lima laga yang telah dilakoni, I Biancoceleste sukses meraup kemenangan. Sedangkan satu-satunya tim yang sejauh ini mampu menaklukkan Lazio adalah AC Milan.

"Saya senang bisa melatih skuad yang memiliki target tinggi. Namun saya pikir kami harus mampu mencapai target, bukan hanya berbicara. Sebab, di atas kertas, masih banyak tim yang lebih hebat dari kami. Para pemain kami masih cukup muda dan sedikit mudah goyah," papar Rossi seperti disitat, AP, Senin (29/9/2008).

"Kami masih harus bekerja keras untuk bisa membuktikan diri. Dan saya masih memiliki banyak pemain cedera seperti Tommaso Rocchi, Ousmane Dabo dan Matuzalem," tambahnya.

"Kami memiliki peluang juara. Untuk itu, kami hanya harus lebih berhati-hati dalam setiap pertandingan dan jangan buat banyak kesalahan seperti yang kami lakukan saat menghadapi Milan," tegas mantan arsitek Atalanta itu.

Meteor Itu Bernama Zarate

Tampil baik di tahun pertama seorang pesepakbola bermain di kompetisi yang baru untuknya tidak bisa dilakukan oleh setiap orang. Satu di antara yang langka itu adalah Mauro Zarate.

Bersama Goran Pandev, Zarate menjadi motor utama kebangkitan Lazio musim ini. Lima gol dari Zarate, plus jumlah yang sama dari Pandev, untuk sementara menempatkan Lazio di puncak klasemen Seri A.

Namun kali ini lampu sorot diarahkan kepada Zarate yang melakoni musim debutnya di Italia.

Beradaptasi dengan sepakbola Italia bukan hal yang mudah. Sudah banyak nama pemain dengan reputasi besar yang tidak langsung nyetel dengan permainan timnya serta iklim sepakbola di negeri pizza itu.

Ambil contoh Ronaldinho, mantan pemain terbaik dunia yang baru mencetak gol perdananya bagi AC Milan pekan ini. Atau mungkin Julio Baptista, yang bukannya mencetak gol dan mengantar AS Roma menang malah terkapar karena cedera.

Padahal, status Zarate di Lazio pun bukan pemain permanen. Pemuda kelahiran Buenos Aires, Argentina, 18 Maret 1987, itu dipinjam Gli Aquilotti dari klub asal Qatar, Al-Sadd.

Ini adalah kali kedua di mana Zarate berpetualang di Eropa dengan status pinjaman. Sebelumnya, Zarate dipinjamkan ke Bolton Wanderers dari Januari 2008 sampe akhir musim lalu.

Zarate dibeli Al-Sadd dari klub papan atas Argentina, Velez Sarsfield, dengan nilai transfer 20 juta dolar AS (Rp 18 miliar). Penampilannya yang ciamik ketika mengantar Argentina U-20 di Piala Dunia U-20 tahun 2007 membuatnya diminati banyak klub.

Zarate langsung menghentak ketika di pekan pertama Seri A menyumbangkan dua gol ketika Lazio menumbangkan Cagliari 4-1. Gol ketiga dicetak permain bertinggi 176 cm ini ke gawang Sampdoria. Sedang gol keempat dan kelima masing-masing dilesakannya ke jala AC Milan serta Torino.

Pujian pun mengalir untuk Zarate. "Dia masih muda dan masih bisa berkembang. Zarate adalah pilihan saya; saya melihat videonya dan segera membelinya. Dia seorang juara yang hebat," seru Presiden Lazio, Claudio Lotito.

Karir Zarate memang melesat cepat bagai meteor di awal kompetisi. Yang patut diwaspadai adalah jangan sampai Zarate menjadi meteor betulan yang cahayanya hanya bertahan sebentar dan lalu lenyap. Konsistensimu ditunggu, Zarate!

Tundukkan Torino, Lazio ke Puncak Klasemen

Turin - Lazio untuk sementara merebut pimpinan klasemen dari tangan Inter Milan. Hal tersebut mereka raih usai mengalahkan Torino dengan skor 3-1.

Pucuk klasemen memang masih mungkin kembali ke tangan Inter, seandainya mereka sukses mengalahkan AC Milan beberapa jam lagi. Kalau boleh berdoa, mungkin para Laziale lebih berharap Milan saja yang memenangi derby della madoninna itu agar poin 12 milik Lazio saat ini tak disalip Inter yang kini berpoin 10.

Gol pembuka Lazio diciptakan oleh Goran Pandev pada menit 30 melalui sebuah sepakan kaki kiri dari dalam kotak penalti. Gol tersebut bertahan hingga babak pertama berakhir.

Ketika pertandingan berjalan 62 menit, Lazio berhasil menggandakan keunggulannya. Sebuah assist Stefano Mauri berhasil dimanfaatkan Mauro Zarate menjadi sebuah gol lewat tendangan keras dari luarkotak penalti.

Lazio akhirnya menggenapi keunggulan mereka menjadi 3-0 melalui penalti Zarate di menit 83. Penalti tersebut diberikan setelah kiper Matteo Sereni melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Sereni dikartu merah dan Torino pun bermain dengan 10 orang. Striker Nicola Ventola mengambil peran Sereni sebagai penjaga gawang -- dan ia tak bisa menahan eksekusi Zarate.

Torino akhirnya kembali kehilangan seorang pemain pada menit 88. Adalah Francesco Pratali yang harus dikeluarkan wasit setelah menerima kartu kuning kedua atas pelanggaran yang dilakukannya.

Di penghujung pertandingan, tepatnya menit 90, giliran Torino yang mendapat hadiah penalti. Nicola Amoruso yang menjadi eksekutornya tak menyia-nyiakan peluang tersebut. Skor akhir 3-1.

Susunan Pemain:

Torino: Matteo Sereni, Marco di Loreto, Riccardo Colombo (Paolo Zanetti 72), Francesco Pratali, Matteo Rubin, Ignazio Abate (Nicola Ventola 68), Eugenio Corini (Nicola Amoruso 60), Blerim Dzemaili, Jurgen Saumel, Rolando Bianchi, Elvis Abruscato.

Lazio: Juan Carrizo, Sebastiano Siviglia, Stefan Radu, Stephan Lichsteiner, Emilson Cribari (David Rozehnal 24), Cristian Ledesma, Stefano Mauri (Christian Manfredini 77), Christian Brocchi, Pasquale Foggia, Goran Pandev (Mourad Meghni 68), Mauro Zarate.

Rossi Banggakan Skuadnya

ROMA - Lazio sukses menuntaskan sakit hatinya atas kekalahan telak 1-4 dari AC Milan akhir pekan lalu. Dinihari tadi, I Biancoceleste sukses membungkam klub tangguh Fiorentina pada giornata ke-4 Serie A di Stadion Olimpico dengan skor cukup telak 3-0.

Dalam laga tersebut, La Viola harus mengakui keunggulan Lazio setelah tiga gol bersarang di gawang Sebastian Frey tanpa bisa dibalas. Masing-masing gol skuad Biru Langit dicetak Stefano Mauri (51'), Goran Pandev (55'), serta Sebastiano Siviglia pada menit ke-59.

Menanggapi kemenangan ini, Pelatih Lazio Delio Rossi mengaku bangga dengan penampilan anak asuhnya. "Saya sangat senang dengan kemenangan ini. Sebab, hasil ini cukup membuktikan bahwa kami telah melupakan kekalahan memalukan dari AC Milan," ungkap Rossi seperti dikutip AP, Kamis (25/9/2008).

"Kami sedang membangun sebuah tim tangguh dan berusaha menjalani musim ini dengan gemilang. Target kami adalah bisa bersaing di papan atas dan mengamankan satu tiket ke Liga Champions musim depan, seperti yang kami raih tahun lalu," tambah mantan pelatih Atalanta itu.

"Hari ini, para pemain telah menunjukkan motivasi besar untuk memenangkan pertandingan. Beruntung, kami berhasil meraihnya meski tampil dengan banyak pemain yang berbeda," tutup pelatih 47 tahun itu.

Sembilan Menit Tiga Gol, Lazio Bantai Fiorentina

Roma - Setelah dipecundangi AC Milan pekan lalu, Lazio bangkit dan menundukkan Fiorentina dengan skor 3-0. Trigol Biancoceleste tercipta hanya dalam selang sembilan menit.

Akhir pekan lalu Lazio menelan kekalahan pertamanya setelah dikalahkan Milan dengan skor telah 4-1. Kekalahan yang membuat mereka turun dari puncak klasemen Liga Italia Seri A.

Namun skuad besutan Delio Rossi mampu bangkit dari keterpurukan tersebut. Menjamu klub yang disebut-sebut jadi kandidat peraih scudetto, Lazio unggul telak 3-0. Kemenangan yang mengantar mereka naik ke posisi dua klasemen, terpaut satu angka dari Inter Milan di posisi teratas yang pada laga lain menang 1-0 atas Lecce.

Sementara Fiorentina kini tertahan di posisi 16 klasemen sementara. Dengan satu kemenangan baru dipetik, La Viola baru punya empat poin.

Jalannya Pertandingan

Setelah meraih kemenangan pertamanya akhir pekan lalu, Fiorentina justru tampil tak meyakinkan dalam laga di Stadion Olimpico, Kamis (25/9/2008) dinihari WIB. Mauro Zarate menebar ancaman pertama saat tendangannya masih gagal menemui sasaran di menit-menit awal laga.

Peluang Lazio berikutnya datang dari Goran Pandev, kali ini gantian dia yang mendapat umpan dari Zarate namun gagal meneruskannya menjadi gol, padahal saat itu dia tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Sebastian Frey. Beberapa saat berselang Zarate lagi-lagi mensia-siakan kesempatan dari jarak dekat karena sepakannya membentur Cristian Brocchi.

Kalau tuan rumah punya banyak peluang yang gagal diselesaikan menjadi gol, tidak demikian dengan Fiorentina. Tim tamu nyaris tak memiliki peluang matang untuk menjebol gawang Lichtsteiner. Hingga turun minum skor masih bertahan di angka 0-0.

Gelombang serangan Lazio baru membuahkan hasil di awal babak kedua. Tak tanggung-tanggung karenatiga gol langsung tercipta hanya dalam tempo sembilan menit.

Yang pertama mencetaknya adalah Stefano Mauri dari sebuah kemelut di muka gawang saat laga menunjuk menit 51. Tandukan Zarate saat meneruskan umpan silang Pasquale Foggia memang cuma membentur mistar, namun Stefano Mauri mampu merebound-nya dengan sebuah tendangan akrobatik yang disambut antusias publik tuan rumah.

Empat menit berselang gol kwdua Lazio tercipta kali ini melalui Pandev. Diawali aksi individu Zarate, Pandev memungut bola yang lepas dari kaki rekannya itu dan melepaskan tendangan kaki kanan yang kemudian mengubah skor menjadi 2-0.

Gol penutup Lazio tercipta di menit 59. Usaha Frey menghalau tendangan Zarate saat mendapat umpan dari Foggia di tiang dekat sebenarnya sudah cukup baik, namun setelah itu dia tak mampu bereaksi cepat untuk menghalau aksi rebound yang dilakukan Sebastiano Siviglia dengan kepalanya.


Susunan Pemain
Lazio: Carrizo; Lichtsteiner, Siviglia, Cribari (Rozehnal 85), Radu; Brocchi, Ledesma, Mauri; Foggia (Manfredini 68); Pandev (Makinwa 76), Zarate

Fiorentina: Frey; Zauri (Comotto 46), Dainelli, Gamberini, Vargas; Felipe, Almiron, Montolivo; Kuzmanovic (Donadel 73), Gilardino, Mutu (Pazzini 78)

Mancini Puji Lazio & Fiorentina

ROMA - Mantan bintang dan pelatih Lazio Roberto Mancini, memuji permainan dan alur serangan yang ditunjukan talenta Biancocelesti. Mancini mencoba menganalisa pertandingan antara Lazio melawan Fiorentina, Kamis (25/9/2008).

Mancini pernah menangani Lazio dan Fiorentina sejak mengakhiri kariernya di musim 2000. Mantan pelatih Inter Milan ini menganggap laga kedua tim tersebut adalah salah satu partai big match Serie A yang menarik disaksikan.

"Ada pertandingan menarik, malam nanti. Fiorentina adalah tim bagus yang bisa menembus persaingan papan atas di musim lalu. Musim ini La Viola juga berpeluang mengulang prestasi tersebut. Sementara Lazio, akan lebih baik dari musim lalu," jelas Mancini seperti dilansir Channel4, Rabu (23/9/2008).

Lazio sukses memenangkan dua laga dari tiga pertandingan. Pekan lalu, Lazio takluk 1-4 dari AC Milan. Sementara Fiorentina memiliki skuad yang solid. Striker Alberto Gilardino juga tengah berada di performa terbaik.

"Gilardino? Dia sedang mendapat kepercayaan diri. Di Milan adalah masa yang sulit untuknya. Tapi, Fiorentina mampu membuatnya kembali menjadi salah satu bomber terbaik Italia," jelas Mancini.

"Lazio adalah tim yang memiliki pola serangan tak terduga. Jika Fiorentina tidak hati-hati, maka Mauro Zarate dan Goran Pandev akan dengan mudah melakukan tusukan dan mencetak gol," tutupnya.

Lazio Bertekad Taklukkan Fiorentina

ROMA, RABU - Pelatih Lazio, Delio Rossi, berharap dapat segera melupakan kekalahan 1-4 di San Siro dan kembali menunjukkan mental serta semangat pantang menyerah kala menjamu Fiorentina, Rabu ini (24/9).

"Saya ingin melihat penampilan mereka setelah kekalahan kemarin. Memang saat itu hasil pertandingan tidak berpihak kepada kami dan itu adalah hal yang sulit. Tapi, secara keseluruhan para pemain mampu tampil menawan," kata Rossi.

"Kami berada dalam kondisi yang bagus dan Milan berhasil memanfaatkan kelengahan kami. Jika saja kami mendapat penalti atas pelanggaran terhadap Stefano Mauri maka hasilnya akan menjadi 2-2," tambah allenatore Lazio itu.

Arsitek Lazio ini melanjutkan, "Nilai positif yang kami dapat sebagai pelajaran adalah, kami dapat segera kembali pulih dan kami tidak ingin mencari kambing hitam atas kekalahan tersebut. Jadi, saya berharap kami dapat terus mempertahankan mental dan semangat."

Lazio mengawali musim ini dengan dua kemenangan beruntun dan berharap mampu kembali ke jalur kemenangan untuk mendapatkan tiket Eropa dengan mengalahkan Fiorentina. "Fiorentina telah memperkuat skuadnya musim ini dan memiliki perencanan yang matang. Mereka dihuni oleh pemain-pemain yang tepat di setiap lini. Mereka pun berani untuk berspekulasi dan kami juga melakukan hal yang sama," tandas Rossi.

Kedua tim memiliki striker yang sama-sama tajam. Mauro Zarate yang merupakan pemain kunci I Biancocelesti, kini menjadi capocannoniere sementara dengan empat gol-nya hasil dari 3 pertandingan. Sementara Alberto Gilardino terus membuntutinya.

"Saya tidak percaya Anda bisa membandingkan mereka (Zarate dan Gilardino, Red). Gilardino telah menjadi bintang di kompetisi ini sedangkan Zarate merupakan wajah baru di Serie-A. Saya bangga dengan hal ini dan berharap Zarate mampu menjalaninya," puji Rossi.

Rossi dituntut untuk dapat melakukan rotasi pada partai berat Rabu ini, terlebih ia telah kehilangan gelandang Francesco Matuzalem yang belum dalam kondisi 100 persen

Milan Kalahkan Lazio

Milan - AC Milan akhirnya menghentikan rentetan kekalahannya di Seri A dengan cara yang fantastis. Lazio yang menjadi lawan kali ini, mereka bungkam dengan skor 4-1.

Laga yang berlangsung di Stadion San Siro, Senin (22/9/2008) dinihari WIB, ini memang menjadi pertaruhan bagi Milan. Kalah dari Bologna dan Genoa di dua laga perdana Liga Italia membuat mereka mau tak mau harus meraih hasil maksimal di pertandingan melawan Lazio.

Kapasitas mereka sebagai tim besar pun terbukti. Biancoceleste yang sempat menjadi pemimpin klasemen dan memenang dua laga awalnya di Seri A tanpa ampun mereka kandaskan 4-1. Hasil ini setitdaknya membuat Il Diavolo Rosso bisa bernafas lega sejenak meski nilai yang mereka kumpulkan barulah tiga.

Sementara bagi Lazio, hasil ini seperti sebuah peringatan. Mereka masih butuh untuk meningkatkan konsistensi performa mereka, lebih dari sekadar menang dua kali berutrut-turut di dua pertandingan awal.

Jalannya Pertandingan

Milan langsung unggul ketika pertandingan baru berjalan delapan menit. Adalah Clarence Seedorf yang menjadi pencetaknya. Gelandang asal Belanda itu membobol gawang Lazio usai mengecoh Cristian Ledesma sebelum akhirnya melepaskan tendangan kaki kanan yang bersarang di jala Juan Carrizo.

Namun, Lazio berhasil menyamakan kedudukan sebelum babak pertama berakhir. Pada menit 26, Goran Pandev melepaskan umpan terobosan kepada Mauro Zarate yang kemudian dengan tenang menyontek bola dengan satu sentuhan untuk membobol gawang Christian Abbiati. Skor berubah menjadi 1-1.

Milan tak patah arang hanya karena keunggulan mereka berhasil disamai tamunya. Dua menit setelah gol Zarate, mereka memperoleh peluang melalui tembakan keras Alexandre Pato. Sial bagi Pato, sepakannya itu masih bisa dihalau oleh Carrizo.

Il Diavolo Rosso masih berusaha mencetak gol sebelum babak pertama berakhir. Kali ini peluang diperoleh melalui Kaka yang sukses melalui hadangan Stephan Lichsteiner. Namun, lagi-lagi Carrizo berhasil menyelamatkan gawangnya--tendangan Kaka berhasil ia halau.

Gol kedua Milan akhirnya lahir di menit 35 melalui kaki Gianluca Zambrotta. Setelah menggiring bola sejenak, mantan pemain Barcelona itu lantas melepaskan sebuah tembakan keras dari jarak sekiter 32 meter! Carrizo tak mampu menahannya dan Milan unggul 2-1 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua Milan tak mengendurkan serangan mereka. Baru empat menit berjalan, pasukan Carlo Ancelotti sudah berhasil mencetak gol lagi. Berawal dari umpan crossing Marek Jankulovski, bola kemudian disundul oleh Pato dan kedudukan pun berubah menjadi 3-1.

Tiga gol belumlah cukup bagi Milan. Pada menit 60 mereka kembali manambah koleksi bola yang masuk ke jala Lazio pada pertandingan ini. Sebuaah tendangan jarak jauh Kaka yang agak sedikit melengkung kembali memaksa Carrizo memungut bola dari gawangnya dan mengubah kedudukan menjadi 4-1.

Meski sudah kebobolan empat gol, Lazio masih berusaha balas mengancam gawang Milan. Di menit 77, Pandev mencoba peruntungannya dengan melepaskan tendangan dari dalam kotak penalti. Sial baginya, Abbiati dengan sigap berhasil menghalaunya. Hingga akhir pertandingan skor 4-1 untuk keunggulan Milan tetap tak berubah.

Susunan Pemain:

AC Milan: Abbiati, Jankulovski, Zambrotta, Maldini, Kaladze, Kaka, Seedorf (Flamini 64), Gattuso (Emerson 79), Ambrosini, Borriello, Pato (Ronaldinho 71).

Lazio: Carrizo, Siviglia, Kolarov, Lichsteiner, Rozehnal, Ledesma, Mauri (Foggia 63), Brocchi (De Silvestri 79), Matuzalem (Meghni 68), Zarate, Pandev.

Lazio Bertekad Benamkan Milan

Roma - AC Milan bisa saja menelan kekalahan ketiganya di Seri A akhir pekan ini. Pasalnya, Lazio telah bertekad memenangi laga yang mempertemukan mereka, Minggu (21/9/2008).

Lazio saat ini tengah menjadi pemimpin klasemen sementara Liga Italia. Mereka meraih nilai sempurna dari dua pertandingan yang sudah dilakoni. Pertama mereka menggulung Cagliari 4-1, lalu mengandaskan Sampdoria 2-0.

Minggu nanti, Biancoceleste akan bertamu ke kandang Milan, Stadion San Siro. Meski bermain di kandang lawan, Lazio tetap menyuarakan optimisme. Apalagi penampilan Rossoneri tengah menurun usai dikalahkan Bologna 1-2 dan dikandaskan Genoa 0-2.

"Mungkin ini akan menjadi pertandingan sulit, bahkan lebih sulit jika mengingat mereka sudah dua kali kalah," ujar Goran Pandev seperti dilansir Reuters.

"Tapi, kami pergi ke sana untuk menang. Saya merasa kami akan menampilkan permainan terbaik kami. Ini akan jadi cara terbaik untuk membuktikan bahwa kami berada di puncak klasemen bukan karena kebetulan," tandasnya.

Akibat menelan dua kali kekalahan, Milan kini terdampar di posisi 19. Posisi pelatih Carlo Ancelotti juga dikabarkan tak aman akibat rentetan hasil buruk tersebut.

Seluruh Skuad Lazio Hadiri Pemakaman Sandri

ROMA - Pihak Lazio mengaku kehilangan seorang anggota keluarganya akibat meninggalnya Gabriele Sandri. Untuk itu, seluruh skuad Lazio akan bergabung dengan ratusan orang yang akan menghadiri pemakaman salah seorang fans mereka itu, Rabu (14/11/2007), pukul 11.00 GMT.

Ya, meninggalnya Sandri memang membuat kubu Biancoceleste bersedih. Bahkan, menurut mereka sangat penting hadir di pemakaman tersebut.

"Sangat penting menghadiri pemakaman itu dan memberikan penghormatan kepada Gabriele, seorang pria sangat baik. Tragedi ini memang mengejutkan kami, karena semua orang tidak pernah membayangkannya. Kami semua sangat terpukul," jelas bek Biancoceleste, Sebastiano Siviglia seperti dilansir Goal.

"Bahkan, sampai sekarang banyak orang yang membicarakan masalah ini. Terlalu mudah memang menyalahkan sepakbola akibat kejadian ini. Masalahnya, ini kekerasan memang ada dimana-mana sekarang," tambahnya.

Sementara itu, rekan setim Siviglia, Luciano Zauri berharap kejadian ini jangan pernah ada lagi. "Mari kita berharap, kejadian seperti ini tidak akan pernah terulang lagi," lanjut Zauri.

Selain Lazio beberapa orang penting di Italia, dikabarkan bakal menghadiri pemakaman pria berusia 28 tahun itu. Termasuk para politisi Italia yakni Giorgia Meloni, Valter Veltroni, Menteri Olahraga Italia Giovanna Melandri, Gianfranco Fini dan Paolo Cento.

Lazio Pimpin Klasemen

ROMA - Lazio untuk sementara menjadi pimpinan klasemen Serie A, usai menaklukan Sampdoria 2-0, di Olimpico Turin, Minggu (14/9/2008).

Prestasi ini sungguh di luar prediksi awal, yang tidak menempatkan Lazio dalam tim unggulan Scudetto. Tapi, dua kemenangan di awal liga ini membuat Lazio langsung meroket ke puncak klasemen.

Biancoceleste mengumpulkan poin enam dari dua laga. Perolehan ini sama dengan raihan Atalanta yang juga meraih kemenangan atas Bologna, 1-0. Sementara Sampdoria terperosok ke peringkat 18, dengan perolehan satu poin dari dua pertandingan.

Gempuran tiga penyerang Lazio Stefano Mauri, Goran Pandev, dan Mauro Zarate membuat pertahanan Sampdoria kelimpungan. Hasilnya, Zarate membuka skor 1-0 di menit 7 babak pertama. Hasil ini tidak berubah hingga turun minum.

Pada babak kedua, permainan tidak banyak berubah. Lazio masih memegang kendali permainan. Il' Samp mencoba mendobrak dengan mengandalkan Antonio Cassano dan Gennaro Del Vecchio, masih membentur pertahanan Lazio.

Pandev akhirnya menggenapi keunggulan menjadi 2-0 di menit 77. Hasil ini tak berubah hingga wasit meniup peluit panjang.

Sementara itu di pertandingan lain, Napoli meraih kemenangan perdana usai menaklukan Fiorentina 2-1. Napoli merangsek ke posisi lima klasemen sementara dengan raihan empat angka, berada di bawah Inter Milan.

Atalanta berada di posisi dua setelah menang 1-0 atas Bologna. Atalanta mengemas poin sempurna, dari dua kali bertanding.

Lazio Menang Lagi

Roma - Poin maksimal kembali diraih Lazio di pekan kedua Liga Italia. Sementara setelah bermain imbang di laga perdana, Fiorentina justru tumbang saat bertandang ke Napoli.Menjamu Sampdoria di Stadion Olimpico, Minggu (14/9/2008), Lazio memetik kemenangan 2-0. Hasil ini melanjutkan raihan bagus yang diraih mereka di pekan perdana lalu saat membungkam Cagliari dengan 4-1.Dengan enam poin diraih, Biancocelesti kini duduk di puncak klasemen. Kemenangan ini juga jadi bekal bagus skuad besutan Delio Rossi yang harus bertandang ke AC Milan pekan depan.

Adalah Mauro Zarate yang membuka keunggulan Lazio dengan golnya di menit ketujuh. Pesepakbola Argentina itu melepaskan tendangan melengkung dengan kaki kirinya, bola yang mengarah ke sudut atas gawang tak kuasa diantisipasi kiper. Untuk sementara gol ini juga mengantar Zarate duduk di puncak klasemen top skorer dengan total tiga gol berhasil dicetak.

Stefano Mauri harusnya bisa menggandakan keunggulan beberapa menit berselang. Namun sepakan kaki kanannya saat menerima umpan Aleksandr Kolarov melayang jauh dari sasaran, padahal dia cuma berdiri sekitar 4,5 meter dari muka gawang. Sampdoria juga sempat mengancam tuan rumah melalui tendangan setengah voli Paladino yang meneruskan tendangan sudut. Kalau gol kemudian urung terjadi, itu karena bola diselamatkan tiang gawang. Setelah klaim penalti Goran Pandev dan usaha tendangan akrobatik Mauri tak juga mengubah skor, tuan rumah akhirnya menggandakan keunggulan di menit 72. Diawali umpan Cristian Brocchi pada Pandev, sepakan kaki kanan sang striker mengoyak gawang tim tamu untuk kali kedua.

SS. Lazio

S.S. Lazio (Società Sportiva Lazio SpA) adalah sebuah tim sepak bola Italia yang berbasis di kota Roma, didirikan pada 9 Januari 1900. Awalnya didirikan sebagai klub atletik, seksi sepak bola dibentuk pada tahun 1902. Hingga saat ini klub Lazio membawahi berbagai cabang olah raga, antara lain baseball, kriket, dan rugby Pada musim kompetisi 2005/2006 berakhir, Lazio bersama dengan beberapa tim lain (AC Milan, Juventus, Fiorentina, dan Reggina) dijatuhi hukuman pengurangan poin akibat skandal calciopoli yang menghebohkan Italia.

Musim 1999-2000 merupakan masa emas bagi klub ini sepanjang kiprah mereka di kompetisi sepak bola profesional Italia dan Eropa dengan merebut berbagai gelar bergengsi.

Rivalitas

Lazio memiliki rivalitas dengan tim sekota yakni A.S. Roma. Lazio dan A.S. Roma menjalani partai derby yang disebut dengan derby della capitalle ("derby antara tim ibukota"). Pertandingan dengan A.S. Roma dalam Derby Della Capitalle selalu penuh gengsi dan menghadirkan sebuah partai yang seru, untuk membuktikan tim terkuat yang ada di ibukota Italia, Roma.

Selain dengan AS Roma, Lazio memiliki rivalitas dengan klub Italia lainnya, yaitu Livorno yang disebabkan oleh perbedaan pandangan politik dari pendukung dan pemimpin klub masing-masing. Selain itu, Lazio juga memiliki rival lain, yaitu dengan Napoli.

Pendukung Lazio, selain memiliki rival juga memiliki teman dan kedekatan dengan pendukung tim lain, yaitu dengan Inter Milan, Triestina, dan Hellas Verona. Selain memiliki teman dan kedekatan dengan pendukung tim lain di Italia, Lazio juga memilikinya di Eropa, yaitu dengan suporter Real Madrid dan Chelsea

Suporter

Para pendukung utama Lazio banyak yang merupakan penduduk dengan tempat domisili di utara kota Roma. Irriducibili Lazio adalah sebuah wadah untuk suporter fanatik dari klub Lazio yang terbesar dan terbanyak anggotanya di ItaliaSocietà Sportiva Lazio.

Alamat

Fondé en 1900
Surnom(s) : Biancocelesti, Aquilotti, Le Aquile
Via di Santa Cornelia 1000
00060 Formello
Tel. : 06 97 607 111
Fax : 06 90 40 00 22
Président : Claudio Lotito
@ : direzione.comunicazione@sslazio.it
website : www.sslazio.it
Stade : Olimpico (82.922 places)

Prestasi

-Piala UEFA 1999
-Piala Winner 1999
-Liga Seria A 1974, 2000
-Piala Italia 1958, 1998, 2000, 2004
-Piala Super Italia 1998, 2000.