Sekilas Klub :

S.S. Lazio (Società Sportiva Lazio SpA) adalah sebuah tim sepak bola Italia yang berbasis di kota Roma, didirikan pada 9 Januari 1900. Awalnya didirikan sebagai klub atletik, seksi sepak bola dibentuk pada tahun 1902. Musim 1999-2000 merupakan masa emas bagi klub ini sepanjang kiprah mereka di kompetisi sepak bola profesional Italia dan Eropa dengan merebut berbagai gelar bergengsi.

Tentang Penulis :

Coretan-coretan kecil dari seorang penggemar berat yang tak tahu bagaimana menuangkan isi hatinya tentang klub kesayangannya sejak masa kecil.

Berani Pasang Target Juara, Lazio

Roma - Saat ini yang bertengger di puncak klasemen Seri A bukanlah tim-tim sebesar Inter, AC Milan, Juventus ataupun AS Roma melainkan Lazio. Beranikah klub ibukota Italia itu sekalian mengincar gelar Scudetto.

Tantangan tersebut dialamatkan ke Olimpico setelah pelatih Delio Rossi dilaporkan mengeluarkan pernyataan seoptimistis itu. Dengan capaian yang menawan di awal musim, Biancoceleste pun menatap kejayaan di akhir musim.

Di klasemen saat ini Lazio berada di atas 19 tim lainnya. Mereka telah mengumpulkan 13 poin dari enam pertandingan, sama seperti Udinese dan Inter Milan, tapi unggul dalam selisih gol.

Meski demikian, Rossi menyangkal dirinya berani mencanangkan ambisi menguasai Liga Italia. Dengan merendah ia malah menganggap lebih penting agar timnya senantiasa bertahan di Seri A.

"Saya baca berita pagi ini, katanya saya sedang memikirikan Scudetto. Ini mungkin artinya bahwa akhir-akhir ini saya tidak berbicara bahasa Italia dengan sangat jelas," seloroh pelatih berusia 47 tahun itu.

"Saya rasa kami terlebih dulu harus menyelamatkan diri. Kami harus memungut poin sebanyak-banyaknya untuk meraih tujuan ini. Lebih cepat lebih baik, dan tanpa banyak masalah."

"Terlalu bodoh untuk membicarakan berbagai tujuan setelah enam pertandingan," tandas mantan pelatih Atalanta itu, seperti dilansir Goal, Senin (13/10/2008).

Selain soal itu Rossi juga menyinggung ide memainkan tiga penyerang sekaligus jika striker Tommaso Rocchi pulih dari cederanya. Saat ini Lazio mengandalkan duet Goran Pandez dan Mauro Zarate.

"Kami sedang mengusahakannya. Semua memungkinkan, tapi kami harus memiliki keseimbangan yang tepat."

"Rocchi pemain yang sering diremehkan. Padahal dia satu dari sedikit pemain Italia yang mencetak gol berjumlah dua digit tanpa mengambil banyak tendangan penalti. Dia senjata ekstra buat kami," tukasnya. 

Inzaghi Hindarkan Lazio dari Kekalahan

Roma - Lazio urung mendapat malu di kandang sendiri saat menjamu Lecce di Stadion Olympico, Minggu (5/10/2008) dinihari setelah gol telat Simone Inzaghi menjadikan duel berkesudahan 1-1.

Hasil ini tak banyak mempengaruhi posisi Lazio di klasemen dengan koleksi sementara menjadi 13 angka.

Namun tambahan satu angka sangat mungkin tak cukup mengamankan tempat Il Biancoceleste di puncak klasemen. Soalnya tim lain di bawah Lazio kini memiliki peluang untuk melewati, menyamai, atau hanya sekedar mendekati perolehan poin mereka.

Sementara Lecce hanya bisa beranjak dua peringkat ke posisi 10, menggeser Roma dan Torino dengan perolehan delapan poin.

Laga yang dilangsungkan di Olympico ini sebenarnya menjadi milik Lazio. Selain mendominasi jalannya pertandingan, Lazio juga kerap menciptakan peluang yang sepatutnya berujung gol.

Stefano Mauri dan Christian Ledesma adalah dua pemain yang sempat membuka peluang Lazio untuk unggul lewat sepakannya di awal babak pertama, namun semuanya mampu digagalkan Francesco Benussi yang tampil apik di bawah mistar.

Lecce bukannya tanpa peluang. Bahkan dari kesempatan yang sedikit itu, tim tamu bisa memetik keunggulan lewat sundulan Simone Tiribocchi di menit 26. Gol tersebut mengakhiri rekor tak kebobolan Lazio kala berlaga di Olympico musim ini.

Tiribocchi nyaris menggandakan keunggulan Lecce bila saja Sebastiano Sivigglia tidak menghalau bola yang mengarah ke gawang Juan Pablo Carrizo.

Memasuki babak kedua tekanan Lazio ke jantung pertahanan Lecce makin menjadi. Sejumlah peluang kembali tercipta di antaranya lewat tendangan keras Ledesma, free-kick Aleksandr Kolarov, drive Pasquale Foggia, sepakan Mauro Zarate dan tendangan terarah Goran Pandev. Akan tetapi semuanya berakhir dengan kegagalan, bila tidak tepat sasaran, maka dihentikan oleh Benussi.

Baru di menit ke-89 Simone Inzaghi bisa memecah kebuntuan. Sontekannya setelah lima menit memasuki lapangan menggantikan Christian Brocchi membuat kedudukan akhir menjadi 1-1. Sedikit catatan, gol tersebut merupakan yang pertama dibukukan adik kandung penyerang Milan Filippo Inzaghi itu di kompetisi papan atas sejak musim 2004/05.

Susunan Pemain:
Lazio: Carrizo; Lichtsteiner, Siviglia, Rozenhal, Radu (Kolarov 60); Brocchi (S Inzaghi 82), Ledesma, Mauri (Meghni 51); Foggia; Zarate, Pandev

Lecce: Benussi; Polenghi, Stendardo, Fabiano, Esposito; Giacomazzi, Zanchetta, Ariatti; Caserta (Boudianski 69); Castillo (Konan 82), Tiribocchi (Cacia 72)